
Potret Remaja Ibukota
January 14, 2010Postingan ini sudah pernah diupload di notes facebook saya, namun tidak ada salahnya saya muat kembali disini, untuk bahan belajar tentang kehidupan sosial sebuah kota besar… Subtansinya masih sama, hanya saya ganti Judulnya saja…
>>
We o We.. WOW.. Sekilas takjub dengan adanya kunjungan lima sesosok wanita ABG plus satu pria yang tidak jelas statusnya apa di krumunan itu..
Hah.. Suddenly freezed… Ini kah potret remaja kota Jakarta, yang notabene maju secara peradaban, namun setelah penulis menyaksikan dan mengalami sendiri kejadian ini, muncul pertanyaan, majunya peradaban, apakah berjalan selaras dengan majunya apresiasi terhadap komunitas sosial lain di masyarakat?!
……………
Karena sudah tidak ada pekerjaan yang harus dituntaskan, diriku pun memutuskan untuk kembali ke rumah lebih cepat dari biasanya.. For about six o’clock, I already arrived at home.. Glundang-glundung meregangkan otot sejenak, karena memang para punggawa otot-otot ini bekerja lebih banyak dari biasanya,mereka beradu satu sama lain untuk menyokong mobilitasku dari pagi hingga sore hari tadi. Krak..kreekk..kreekkk.. Suara gahar terdengar dari kontraksi-kontraksi otot yang tampak saling bertumbuk diantara mereka, namun berakhir pada kelegaan luar biasa (ngulet.red).
Usai berelaksasi murah meriah, gayung, sikat gigi, dan nuvo pun bergantian dipegangi sambil berkolaborasi dengan percik demi percik, ciprat demi ciprat air bak mandi.
Bzzzz… Brwt.. Bzzz.. Brwt…
(maaf, kenyamanan anda membaca tulisan tak bermutu ini terganggu, dikarenakan adanya indikasi tidak efisiennya penggunaan page ini, karena penuturan kata dan majas yang terlalu bertele-tele dan berlebihan.. Untuk itu, tanpa mengurangi maksud dan tujuan dari inti cerita, demi efektif dan efisien penggunaan waktu anda membaca, penulis mencoba memampatkan kejadian yang ada).
….ZZZzzz… SShhhrrr….
Runtutan kejadian setelah apa apa yang ditulis diatas adalah Mandi, Sholat, dan Maen eF-eM (Futbol Menejer.red), yang secara perhitungan almanak termutakhir, kira-kira membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 60 menit… (singkat padat dan jelas.red)
Dinamo Kiev vs AC Milan
…..screen bola-bola bundar menggelinding di monitor laptop axioo pinjaman…
Dan tiba-tiba..
Sayup terdengar suara spaaadaaa… spadaaaa…. Masih belum terdengar jelas… Kupastikan sejenak,, spaaadaaaa… Pendengaran – syaraf sensori – kirim ke otak – syaraf motorik bekerja.. Karena memang ini bukan gerak reflek, maka responnya lebih sedikit lama dari biasanya… ADA TAMU..!!
Kubuka pintu, lima sosok Ababil, mengambil istilah dari seorang teman, a.k.a ABeGe Labil, dan satu orang pria atau apapun itu, karena memang di TeKaPe, pria atau apapun itu mengenakan sweater berkapucon yang menutupi organ pembeda antara pria dan wanita yang memang karena keterbatasan kemampuan, penulis biasanya hanya bisa membedakan dari bentuk bemper-nya saja… ^_^
First Impression, What a damn style?! Anak asyik, teringat ungkapan sewaktu kuliah dulu untuk menggambarkan tampilan remaja yang nge-“jreng”, mungkin itu kata tepat buat menggambarkan rombongan itu.. Hot-pants berpadu dengan t-shirt yang memang bener2 ouch, pathetic…
Mas, disini masih ada kamar kosong..?! Hmm.. Karena rumah mbahku ada kos-kosan.. Otomatis, sel-sel membran pintar otakku membangun koneksi ke arah itu..
“Wah, kurang tau mbak..”, karena memang waktuku di Jakarta, kebanyakan dihabiskan di kantor dan jalanan kota.. Jadi memang akupun tidak tahu menahu mengenai kos-kosan itu, kemaren sempet mendengar mbah berujar ada kamar kosong, tapi nanti daripada salah ujar, kita cari jawaban aman saja..
Terjadilah percakapan mencari-memberi info antara saya dan rombongan itu, yang berinti pada pencarian kamar kosong di kos2an yang tersedia, dengan scenario, saya tidak tahu mendetail mengenai kondisi kos-kosan, dan mereka ingin tahu secara detail mengenai kos-kosan. Namun, dibalik keminiman info yang saya punya, saya memberikan alternatif solusi untuk menghubungi nomor telpon rumah besok hari.. So flat rite?!
Secara kontekstual, memang muatan isi dari percakapan itu hanyalah perbincangan ringan biasa, namun muatan-muatan tersier yang tersirat dan yang termuat dalam penyampaian-nyalah yang menarik hati penulis untuk mengulik disini.
Apa respon selanjutnya dari para ABeGe2 it..?! Owh… So demsyit… Jikalau penulis tuliskan runtutan satu demi satu, rasanya tidak selesai memprihatini (bahasa yang aneh…) kejadian itu..
Pertama adalah secara tersirat, tampaknya ada suatu sistem pengkastaan dari segi sudut budaya tertentu, yang dalam hal ini adalah ciri kedaerahan yang tentu saja melekat di diri penulis, seperti wajah melankolis agraris (meminjam istilah seorang teman lagi..) dan dialek jawa yang sangat dibanggakan. Seakan-akan konsepsi Lo-Guwe lebih berpijak jauh tinggi daripada Saya-Kamu yang memang sesuai dengan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan yang katanya masih menjadi pedoman resmi dalam berBahasa Indonesia yang baik dan benar, namun seakan-akan ikut tenggelam dengan waktu.
Kedua adalah personal outlook, hmm.. Langsung teringat dengan sebuah lagu menderu dari band Jogja bernama Captain Jack, bertitle “TV Sampah”. Apa memang ini sebuah produk dari laju globalisasi dan modernisasi yang disebar lewat media televisi?! Penampilan fisik terlihat copy-paste dari sebuah folder sinema remaja yang kebanyakan beresensi hedonis dan mengagungkan konflik percintaan anak muda masa kini.
Ketiga adalah apresiasi komunikasi yang terlihat remeh. Seakan-akan dengan bentuk trendi masa kini dan up-to-date, menimbulkan euphoria the best from the best, but actually the best from the worst, dan menganggap sekitarnya yang penulis lihat lebih bersahaja (sederhana.red) itu remeh. Apakah itu memang bentuk apresiasi yang sudah general di mata ABG2 itu? Jikalau memang iya, hmm.. Sudah tidak tahu lagi harus berujar apa…
Ya memang mau tidak mau, inilah potret dan cerminan muda-mudi kita. Ironis memang.. Siapakah yang patut disalahkan?! No one.. U conclude it by yourself…








kurang fto abgnya..
hyahaha… ga ada tu gan fotonya…
PERTAMAX!!
* I hate when ppl do that!!!
Loe Bner bhaangett! *kt fitri tropica
Style ABG skarang “Baju kotak2 / kaos, skinny jeans & sneakers” <– MONOTON, IMHO
== c'mon Ppl.. ekspresikan dirimu ==
Nice Blog cman itu jarak antar paragraph.. kasi jarak biar ga puyeng bacanya, banyak banget…
@farah.. woke-woke ntar diset lagi deh.. thx for visiting yak…
halo gan, kunjungan balik dari blog saya.
brb baca-baca gg
gaya bahasa nya udh oke tuh, tinggal di asah asuh lagi… pokoknya diterusin yaa… ada bakat!!
-Moga Sukses-
ok thank sist.. sip sip…
repost gann….:bata:
wkwkwk
wah… ampun gan! gimana kalo kita minum-minum dulu.. :beer:
wah niat tenan le nulis,,tp for the post,i give you my big thumb..mostly agree with ‘it’
try not to compare, but my hometown feels more and more natural and cool ^^
lanjyutkan gan!!nice post,even just repeat
waaa.. kalo sana ngasi big thumb… Sini hanya mampu bilang big thanks… hehehe..
thx udah mampir yak…